Danatunai.net - Sukses diselenggarakannya INDOFINTECH 2017 yang diselenggarakan 30 Maret yang lalu membawa dampak positif bagi peluang bi...
Danatunai.net - Sukses diselenggarakannya INDOFINTECH 2017 yang diselenggarakan 30 Maret yang lalu membawa dampak positif bagi peluang bisnis teknologi fiannsial yang berkembang begitu cepat dan menggembirakan. Penulis akui bahwa bisnis fintech sedang tren pada saat ini karena transaksi lebih praktis, aman, serta modern membuat masyarakat semakin percaya apalagi pelaku usaha ini wajib terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK).
Perusahaan fintech masih berpeluang besar mengais pasar dl Indonesia. Transaksi perusaahan berbasis teknologi keauangan ini mencapai 18,65 milyar dollar AS atau 251,77 trilyun rupiah sebagai kontribusi pembayaran digital. Diperkirakan pada tahun 2021 nilai transaksi mencapai 500-an trilyun rupiah. demikian data yang dicomot dari situs statistik Statista.com. Sungguh potensi bisnis yang luar biasa.
Apalagi kebutuhan akan pembiayaan naslonal adalah 1.649 triliun rupiah sementara kapasltas perbankan hanya 660 triliun, ketimpangan selisih ini bisa diisi perusahaan fintech demikian ujar peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Perlu dicatat pula bahwa hanya 11 juta UKM yang sudah diurus perbankan sedangkan mayoritas sebanyak 49 juta UKM belum disentuhnya. Hal ini mendorong inklusi keuangan dan pihak fintech diharapkan maju memperluas pelayanan keuangan di sektor ini.
Perusahaan fintech masih berpeluang besar mengais pasar dl Indonesia. Transaksi perusaahan berbasis teknologi keauangan ini mencapai 18,65 milyar dollar AS atau 251,77 trilyun rupiah sebagai kontribusi pembayaran digital. Diperkirakan pada tahun 2021 nilai transaksi mencapai 500-an trilyun rupiah. demikian data yang dicomot dari situs statistik Statista.com. Sungguh potensi bisnis yang luar biasa.
Apalagi kebutuhan akan pembiayaan naslonal adalah 1.649 triliun rupiah sementara kapasltas perbankan hanya 660 triliun, ketimpangan selisih ini bisa diisi perusahaan fintech demikian ujar peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Perlu dicatat pula bahwa hanya 11 juta UKM yang sudah diurus perbankan sedangkan mayoritas sebanyak 49 juta UKM belum disentuhnya. Hal ini mendorong inklusi keuangan dan pihak fintech diharapkan maju memperluas pelayanan keuangan di sektor ini.
