Danatunai.net - Hadir dan maraknya jasa kurir sepeda dan juga ojek online akhir-akhir ini membuat pemain lama yang lebih dulu berkecimpu...
Danatunai.net - Hadir dan maraknya jasa kurir sepeda dan juga ojek online akhir-akhir ini membuat pemain lama yang lebih dulu berkecimpung di bidang jasa pengantaran barang dan dokumen mulai terusik. Hal ini sempat diutarakan oleh Pos Indonesia sebagai pionir semenjak berdirinya republik ini, jasa pengiriman surat maupun barang sudah terlebih dahulu ada. Pihak Pos Indonesia sendiri berkilah telah melakukan inovasi untuk bersaing dengan pemain baru yang berlari lebih cepat dan kencang dengan menghadirkan layanan digital.
Pos Indonesia telah melakukan layanan track online yang memungkinkan pelanggan tahu keberadaan barang yang telah terkirim. Tetapi sewaktu penulis mencobanya menggunakan fitur ini untuk melacak keberadaan barang yang telah dikirim ke Balikpapan pernah mengalami kendala tidak bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Menurut operator di Cibinong mengatakan bahwa pelanggan memang tidak bisa melihatnya kecuali pihak operator.
Sepertinya pihak Pos Indonesia lebih nyaman di jalur tradisional dengan mengedepankan pelayanan di daerah-daerah yang masih sifatnya tradisional. Berbeda yang dilakukan oleh pihak JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) yang telah siap infrastruktur dengan mengembangkan IT, jaringan, SDM maupun inovasi dalam produk layanan.
Ada aplikasi bergerak MyJNE, website dengan berbagai fitur, pusat pengepakan, melihat status barang dengan SMS dan masih banyak lagi. Hebatnya lagi JNE telah berkolaborasi dengan jasa kurir sepeda Westbike Messenger Service (WMS) untuk pengantaran paket di wilayah dengan tingkat kemacetan dan kawasan larangan sepeda motor.
Pos Indonesia telah melakukan layanan track online yang memungkinkan pelanggan tahu keberadaan barang yang telah terkirim. Tetapi sewaktu penulis mencobanya menggunakan fitur ini untuk melacak keberadaan barang yang telah dikirim ke Balikpapan pernah mengalami kendala tidak bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Menurut operator di Cibinong mengatakan bahwa pelanggan memang tidak bisa melihatnya kecuali pihak operator.
Sepertinya pihak Pos Indonesia lebih nyaman di jalur tradisional dengan mengedepankan pelayanan di daerah-daerah yang masih sifatnya tradisional. Berbeda yang dilakukan oleh pihak JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) yang telah siap infrastruktur dengan mengembangkan IT, jaringan, SDM maupun inovasi dalam produk layanan.
Ada aplikasi bergerak MyJNE, website dengan berbagai fitur, pusat pengepakan, melihat status barang dengan SMS dan masih banyak lagi. Hebatnya lagi JNE telah berkolaborasi dengan jasa kurir sepeda Westbike Messenger Service (WMS) untuk pengantaran paket di wilayah dengan tingkat kemacetan dan kawasan larangan sepeda motor.
