Danatunai.net - Bisnis uang elektronik terus menggeliat dan membesar seiring kebijakan pemerintah melakukan perluasan bantuan sosial seca...
Danatunai.net - Bisnis uang elektronik terus menggeliat dan membesar seiring kebijakan pemerintah melakukan perluasan bantuan sosial secara non tunai kepada masyarakat ekonomi lemah. Pihak Bank Indonesia (BI) telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang penyaluran bantuan sosial dan subsidi energi melalui kartu keluarga sejahtera baru-baru ini di Jakarta.
Jutaan masyarakat miskin akan menerima bantuan subsidi elpiji 3 kilogram secara elektronik melalui sistem perbankan mulai awal 2018 kata menteri ESDM Ignatius Jonan. Pihak BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank BUMN untuk mengembangkan jaringan agen dan inovasi kartu kombo yang dirancang sebagai kartu elektronik untuk seluruh jenis layanan bantuan sosial (bansos).
Jadi dalam satu kartu elektronik ini sebagai wadah seluruh jenis bansos dari pemerintah. Regulator bakal membuka bisnis bansos uang elektronik bukan saja melalui bank BUMN yaitu Bank Mandiri, BRI dan BNI saja tetapi juga terbuka kesempatan untuk bank lain. Saat ini baru sekitar 2,6 juta orang yang menerima bansos secara elektronik dari target sebesar 25,7 juta calon penerima demikian kata Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky P. Wibowo.
Jutaan masyarakat miskin akan menerima bantuan subsidi elpiji 3 kilogram secara elektronik melalui sistem perbankan mulai awal 2018 kata menteri ESDM Ignatius Jonan. Pihak BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank BUMN untuk mengembangkan jaringan agen dan inovasi kartu kombo yang dirancang sebagai kartu elektronik untuk seluruh jenis layanan bantuan sosial (bansos).
Jadi dalam satu kartu elektronik ini sebagai wadah seluruh jenis bansos dari pemerintah. Regulator bakal membuka bisnis bansos uang elektronik bukan saja melalui bank BUMN yaitu Bank Mandiri, BRI dan BNI saja tetapi juga terbuka kesempatan untuk bank lain. Saat ini baru sekitar 2,6 juta orang yang menerima bansos secara elektronik dari target sebesar 25,7 juta calon penerima demikian kata Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky P. Wibowo.
