Gambar: Investopedia.com Blsnis financial technology (fintech) berbasls peer to peer (P2P)sedang mengalami booming. Namun mirisbya juml...
![]() |
| Gambar: Investopedia.com |
Saat ini pelaku usaha fintech yang telah mendaftar dan dalam proses pendaftaran di OJK ada sekitar 40 nama.dan diharapkan jumlahnya akan terus bertambah. Inspeksi yang dilakukan OJK untuk pelaku usaha fintech berkaitan dengan manfaat yang diberikan debitur dan menyoal kepercayaan kepada publik bahwa datanya tidak hilang dan disalahgunakan.
Hingga akhlr tahun. OJK menargetkan 50 pelaku fintech telah mendaftar ke OJK. OJK juga rajin melakukan soslalisasi mengenal industri fintech untuk membangun kepercayaan publlk. Harapannya, fintech dapat menyalurkan pembiayaan hingga Rp 1 trtllun sampal akhir tahun Ini. Agar target tercapai. industri diharapkan dapat memberlkan layanan yang cepat kepada debitur.
Selain telah mengembangkan teknologi yang semakin inovatif seperti penggunaan aplikasi untuk pemodal yang dapat dlakses lewat telepon plntar. Fintech harus cepat dalam memberikan pinjaman kepada nasabahnya. Fintech dapat menyalurkan plnjaman dalam waktu 15 menit sebab kecepatan perputaran uang menjadi hal pentlng khususnya bagi debitur.
"Kalau pedagang kecil pinjam ke bank butuh proses yang panjang. Di sinilah peran fintech. asal nilai pinjaman tidak terlalu besar dan calon debitur dlanggap tldak berisiko. Maka bisa diproses," kata Hendrlkus Passagi, Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech
OJK yakin blsnis fintech akan terus tumbuh pesat meskl saat ini penyaluran pembiayaannya masih minim dibandingkann dengan perbankan namun pertumbuhannya bisa dikatakan signifikan yang dari nilainya hingga terus mencatat kenaikan pertumbuhan. Contohnya seperti fintech Modalku yang semula belum menyalurkan pinjaman sampai saat ini telah menyalurkan pembiayaan Rp 215 miliar. Apalagi saat ini makln banyak pemain serupa yang terbllang agreslf dalam menyalurkan pcmbiayaan.
UangTeman.com berharap OJK terus mendukung fintech demi meningkatkan pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia. Salah satunya terkait penentuan regulasl agar melibatkan industri. Menurut Rimba Laut Manihuruk, salah satu petinggi UangTeman, pemerintah akan kesulitan jlka hany mengandalkan perbankan konvenslonal. Sebab fintech memiliki peranan strategls untuk mendukung tercapainya target OJK. Terlebih penetrasi inklusi keuangan targetnyn meningkat mencapat 75 persen pada tahun 2019. (Kontan)
